CITRAPEDIA | Krisis air bersih masih dirasakan warga Kampung Kacapandak dan sekitarnya, Desa Cibanon, Kecamatan Sukaraja. Di tengah kebutuhan air untuk memasak, minum hingga mandi, warga terpaksa mengandalkan mata air yang berada di bawah Jembatan Tol Jagorawi.
Setiap hari, warga harus bergantian mengambil air dari mata air yang mereka sebut sebagai Mata Air Koja. Kondisi tersebut menjadi pilihan warga karena belum adanya bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sukma, warga Kampung Kacapandak, mengatakan kebutuhan air rumah tangganya hampir seluruhnya dipenuhi dari mata air tersebut.
“Kami tiap hari bergantian ngambil air di mata air Koja bawah tol. Untuk kebutuhan rumah tangga semua dari situ,” ujar Sukma kepada wartawan, Senin (7/9/2026).
Menurutnya, warga sebenarnya masih melihat adanya aliran Kali Ciliwung di sekitar permukiman. Namun, mereka memilih tidak menggunakan air sungai tersebut karena khawatir terhadap kebersihan dan dampaknya bagi kesehatan.
Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Sukma menyebut pernah ada warga yang mandi di bantaran sungai kemudian mengalami gatal-gatal pada kulit.
“Kami bukan tidak mau ambil air Kali Ciliwung. Tapi kami khawatir. Ada teman yang habis mandi di sana badannya gatal-gatal. Jadi kami pilih ambil air dari mata air ini demi keselamatan keluarga,” katanya.
Kondisi tersebut membuat warga berharap pemerintah daerah maupun pihak terkait segera memberikan solusi. Bantuan air bersih dinilai sangat dibutuhkan agar warga tidak terus bergantung pada mata air yang lokasinya berada di bawah jembatan tol.
Warga juga berharap PDAM Kota Bogor wilayah Cibanon dapat turun langsung melihat kondisi yang mereka hadapi.
“Semoga pemerintah dan PDAM bisa memberikan bantuan air bersih buat kami semua untuk kebutuhan sehari-hari,” pungkas Sukma.
Warga berharap persoalan air bersih ini tidak hanya ditangani sementara, tetapi juga mendapat solusi jangka panjang sehingga kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi dengan layak.***Uday Firansyah.





