Berita  

JWI Jabar di Bawah Faisal Haris Fokus Perkuat Kompetensi dan Perlindungan Wartawan

CITRAPEDIA | Ketua terpilih Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jajaran Wartawan Indonesia (JWI) Jawa Barat periode 2026–2031, Faisal Haris, menyiapkan sejumlah agenda untuk meningkatkan kualitas dan profesionalisme wartawan di Jawa Barat.

Di bawah kepemimpinannya, JWI Jawa Barat akan diarahkan tidak hanya memperkuat struktur organisasi, tetapi juga meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM), mendorong sertifikasi wartawan, memperkuat pemahaman etika jurnalistik, serta menghadirkan perlindungan profesi bagi anggota.

Faisal menilai, perkembangan industri media menuntut wartawan untuk terus meningkatkan kemampuan. Menurutnya, menjadi wartawan tidak cukup hanya mampu menulis dan memperoleh informasi, tetapi juga harus memahami aturan serta etika dalam menjalankan tugas jurnalistik.

“Kecepatan dalam memberitakan tidak boleh mengalahkan akurasi. Kita ingin wartawan JWI Jawa Barat memiliki kompetensi dan sertifikasi yang baik, sehingga setiap pemberitaan tetap berada dalam koridor etika jurnalistik dan ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Faisal.

Ia mengatakan, pemahaman terhadap Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers akan menjadi bagian penting dalam peningkatan kualitas anggota.

Wartawan juga dituntut memahami prinsip verifikasi, keberimbangan, independensi, hak jawab, hak koreksi, hingga asas praduga tak bersalah.

Menurut Faisal, penerapan etika jurnalistik bukan sekadar kewajiban, tetapi menjadi fondasi untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap media.

“Wartawan harus independen, menghasilkan berita yang akurat dan berimbang, melakukan pengujian informasi, serta tidak mencampurkan fakta dengan opini yang menghakimi,” katanya.

JWI Jabar Siapkan Perlindungan Profesi

Selain peningkatan kompetensi, Faisal juga menempatkan perlindungan wartawan sebagai salah satu agenda penting kepemimpinannya.

Ia menegaskan, kebebasan pers merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Karena itu, wartawan yang menjalankan tugas jurnalistik secara profesional dan sesuai ketentuan harus mendapatkan dukungan serta perlindungan profesi.

“JWI harus hadir ketika rekan-rekan media menghadapi persoalan dalam menjalankan tugas jurnalistik. Kita akan mendorong mekanisme konsultasi, pendampingan dan perlindungan profesi bagi anggota yang menjalankan tugasnya secara benar,” tegasnya.

Namun, Faisal mengingatkan bahwa perlindungan profesi tidak berarti organisasi membenarkan setiap tindakan wartawan.

Menurutnya, kebebasan pers harus selalu berjalan beriringan dengan tanggung jawab dan kepatuhan terhadap kode etik jurnalistik.

“Kita akan melindungi wartawan dalam menjalankan fungsi jurnalistiknya, tetapi pada saat yang sama kita juga harus memastikan anggota memahami dan menaati kode etik. Kebebasan pers harus berjalan bersama tanggung jawab,” ujarnya.

Fokus Pendidikan dan Sertifikasi Wartawan

Untuk mewujudkan agenda tersebut, DPW JWI Jawa Barat periode 2026–2031 akan mendorong berbagai program pengembangan kapasitas anggota.

Program tersebut antara lain pendidikan jurnalistik, peningkatan kompetensi, sertifikasi, literasi hukum dan etika jurnalistik, serta pendampingan bagi wartawan yang menghadapi persoalan dalam menjalankan tugas.

Faisal berharap JWI Jawa Barat dapat berkembang menjadi organisasi yang memberikan manfaat nyata, baik bagi wartawan maupun masyarakat.

“Target saya jelas. JWI Jawa Barat harus memiliki wartawan yang kompeten, media yang profesional, pemberitaan yang beretika, dan organisasi yang hadir memberikan perlindungan ketika kebebasan pers dijalankan secara bertanggung jawab,” pungkasnya.

You cannot copy content of this page