Cimahi Mulai SPMB 2026/2027, Empat Jalur Dibuka

CITRAPEDIA | Pemerintah Kota Cimahi resmi memulai proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Peluncuran program tersebut ditandai dengan kegiatan Kick Off SPMB yang dirangkaikan dengan penandatanganan komitmen bersama antara Pemkot Cimahi dan Forkopimda di Ballroom Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Cimahi, Selasa (5/5/2026).

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menegaskan bahwa pelaksanaan SPMB tahun ini harus berjalan transparan dan bebas dari praktik titip-menitip siswa.

Menurutnya, sistem penerimaan murid baru tetap menggunakan empat jalur utama, yakni jalur domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi. Skema tersebut disiapkan untuk memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh anak di Kota Cimahi agar dapat mengakses pendidikan.

“SPMB diselenggarakan dengan prinsip objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, dan tanpa diskriminasi. Dengan begitu setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak,” ujar Ngatiyana.

Ia menjelaskan, kebutuhan daya tampung sekolah di Kota Cimahi cukup besar seiring dengan tingginya kepadatan penduduk. Untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), daya tampung calon murid baru mencapai 9.742 siswa yang tersebar di SD negeri, SD swasta, hingga Madrasah Ibtidaiyah swasta.

Sementara itu, pada jenjang SMP dan sederajat, daya tampung mencapai 11.284 siswa dengan estimasi jumlah pendaftar sekitar 10.523 siswa, baik dari dalam maupun luar Kota Cimahi.

Ngatiyana menegaskan bahwa penyelenggaraan SPMB mengikuti aturan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, serta Dinas Pendidikan Kota Cimahi.

Ia berharap komitmen bersama yang ditandatangani bersama unsur Forkopimda dapat mencegah praktik kecurangan dalam proses penerimaan siswa baru.

“Semua diberikan keleluasaan kepada masyarakat untuk mendaftarkan putra-putrinya sesuai jalur yang telah diatur. Dengan komitmen ini kita ingin memastikan hasil penerimaan benar-benar transparan dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Ngatiyana juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang mencoba memanfaatkan proses SPMB untuk kepentingan tertentu.

“Jangan ada yang bermain-main di sini. SPMB harus memudahkan masyarakat dalam menyekolahkan anak-anaknya,” tegasnya.

Selain itu, pada SPMB tahun ini terdapat dua komponen penilaian bagi siswa SD yang akan melanjutkan ke jenjang SMP, yaitu nilai rapor dan hasil Tes Kemampuan Akhir.

Pemkot Cimahi juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu memilih sekolah swasta apabila tidak tertampung di sekolah negeri. Pemerintah daerah akan memberikan bantuan biaya pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Bagi masyarakat kurang mampu, pemerintah akan membantu pembayaran SPP di sekolah swasta sesuai kemampuan daerah dan berdasarkan data dari DTSEN maupun Dinas Sosial,” pungkasnya.***

You cannot copy content of this page