Berita  

Bupati Jeje Percepat 48 SPAM untuk Jaga Pasokan Air Bersih Warga Bandung Barat

CITRAPEDIA |Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail mengambil langkah cepat menghadapi ancaman musim kemarau 2026 dengan mempercepat pembangunan 48 titik Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di wilayah yang mulai mengalami krisis air bersih. Kebijakan tersebut diperkuat melalui peningkatan kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mengantisipasi dampak kekeringan dan potensi kebakaran hutan serta lahan (karhutla).

Jeje mengatakan, pembangunan SPAM diprioritaskan di desa-desa yang mulai mengalami penurunan debit air. Setiap titik dilengkapi toren atau tandon agar distribusi air bersih kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal.

“Kami mempercepat pembangunan sumber air melalui pengeboran sumur bor atau SPAM di 48 titik yang tersebar di berbagai desa. Setiap titik dilengkapi toren agar distribusi air bersih kepada masyarakat berjalan lebih optimal,” ujar Jeje, Senin (20/7/2026).

Menurut Jeje, hasil pemantauan menunjukkan lima kecamatan mulai terdampak kekeringan, yakni Cipatat, Cikalongwetan, Sindangkerta, Cipongkor, dan Cihampelas. Kondisi tersebut membuat sejumlah sumber air mulai mengering sehingga mengganggu kebutuhan air bersih masyarakat.

“Pemerintah daerah tidak akan menunggu kondisi semakin parah. Penanganan dilakukan sejak dini agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi dan dampak musim kemarau dapat ditekan semaksimal mungkin,” tegas Jeje.

Untuk mendukung kebijakan tersebut, Pemkab Bandung Barat melalui BPBD meningkatkan langkah mitigasi dengan menerbitkan Surat Edaran Nomor 300.2.3/574/BPBD/2026 sebagai tindak lanjut arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait kesiapsiagaan menghadapi kekeringan dan karhutla.

Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Barat, H. Duddy Prabowo mengatakan seluruh perangkat daerah telah disiagakan agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terpadu.

BPBD juga membuka layanan pengaduan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih maupun melaporkan dampak kekeringan melalui Call Center Pusdalops PB-BPBD Kabupaten Bandung Barat di nomor WhatsApp 0877-1661-2121. Setiap laporan akan segera ditindaklanjuti melalui kaji cepat sehingga bantuan dapat disalurkan sesuai kebutuhan.

Selain BPBD, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilibatkan sesuai tugas dan fungsinya, mulai dari penyediaan air bersih, edukasi penghematan penggunaan air, penanganan dampak kesehatan, perlindungan sektor pertanian, hingga penguatan penyebaran informasi dan sistem peringatan dini.

Melalui percepatan pembangunan SPAM yang diinisiasi Bupati Jeje Ritchie Ismail dan didukung kesiapsiagaan BPBD, Pemkab Bandung Barat berharap masyarakat dapat menghadapi musim kemarau dengan lebih tangguh, sementara risiko kekeringan maupun karhutla dapat ditekan sedini mungkin.***( Diskominfotik Bandung Barat).

You cannot copy content of this page