Berita  

Usung Misi MEGAH, Galih Hendrawan Siapkan APDESI Kabupaten Bandung Lebih Solid dan Aspiratif

CITRAPEDIA | Penguatan solidaritas, peningkatan kapasitas kepala desa, hingga perjuangan aspirasi pemerintahan desa menjadi sejumlah fokus yang ditawarkan Galih Hendrawan dalam pencalonannya sebagai Ketua APDESI Kabupaten Bandung periode 2026–2031.

Kepala Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, yang memperoleh nomor urut 2 tersebut membawa gagasan bertajuk MEGAH, akronim dari Maju, Edukatif, Gotong Royong, Aspiratif, dan Harmoni.

Melalui lima misi tersebut, Galih ingin mendorong APDESI tidak hanya menjadi wadah berhimpunnya para kepala desa, tetapi juga organisasi yang memiliki peran nyata dalam memperjuangkan kepentingan pemerintahan desa.

Pada aspek Maju, Galih menitikberatkan pada penguatan kemandirian desa melalui pengembangan ekonomi, optimalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta inovasi pembangunan.

Sementara itu, misi Edukatif diarahkan untuk menjadikan APDESI sebagai ruang pembelajaran dan pengembangan kepemimpinan kepala desa, khususnya dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berbasis digital.

Adapun misi Gotong Royong menekankan pentingnya menjaga persatuan dan solidaritas antar kepala desa tanpa sekat maupun perbedaan kelompok.

Pada misi Aspiratif, Galih ingin APDESI menjadi wadah penyaluran sekaligus advokasi berbagai kepentingan desa, termasuk memperjuangkan hak-hak kepala desa dan perangkat desa di hadapan pemerintah daerah maupun pusat.

Sedangkan misi Harmoni diarahkan pada penguatan sinergi antara pemerintahan desa, pemerintah daerah, pemerintah pusat, serta seluruh pemangku kepentingan pembangunan.

“Dengan misi MEGAH ini, saya yakin APDESI Kabupaten Bandung ke depan akan semakin maju, kompak, dan dihormati. APDESI bukan hanya organisasi seremonial, tapi harus menjadi rumah besar yang melindungi dan memperjuangkan semua kepala desa,” ujar Galih Hendrawan, Senin, 2/11/2026.

Galih menilai, keberadaan APDESI harus mampu memberikan manfaat langsung bagi anggotanya. Karena itu, komunikasi, kebersamaan, dan keberanian menyampaikan aspirasi menjadi bagian penting dalam menjalankan roda organisasi.

Pengalamannya memimpin Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, yang berada di kawasan penyangga metropolitan dengan dinamika pembangunan cukup tinggi, menjadi salah satu latar belakang yang dibawanya dalam pencalonan tersebut.

Melalui pencalonan Ketua APDESI Kabupaten Bandung periode 2026–2031, Galih menawarkan lima misi MEGAH sebagai gagasan untuk membangun organisasi yang lebih solid, edukatif, aspiratif, serta mampu memperkuat sinergi pembangunan desa.

Gagasan tersebut selanjutnya menjadi bagian dari tawaran program Galih kepada para kepala desa yang akan menentukan kepemimpinan APDESI Kabupaten Bandung untuk lima tahun mendatang.**Betty.

You cannot copy content of this page