CITRAPEDIA | Semangat perjuangan dan nasionalisme menjadi pesan utama dalam penutupan Festival Merah Putih yang digelar di Lanud Atang Sendjaya, Bogor, Minggu (30/8/2026).
Penutupan festival tersebut berlangsung meriah dengan dihadiri unsur Forkopimda Kota Bogor serta ribuan masyarakat dari berbagai elemen. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk kembali mengingat jasa para pejuang dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Bertindak sebagai tuan rumah, Komandan Lanud Atang Sendjaya Marsma TNI A. Ferdinand Picaulima, S.Sos., menyambut langsung para tamu undangan. Sejumlah perwakilan dari Korem 061/Suryakencana juga turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Penutupan Festival Merah Putih turut melibatkan PPM-LVRI PC Kota Bogor sebagai representasi anak cucu veteran dan pejuang kemerdekaan. Organisasi tersebut dipimpin Agus Madi.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan oleh Ketua Panitia Festival Merah Putih dan dilanjutkan dengan pembacaan doa. Acara kemudian diisi sambutan tuan rumah serta sambutan Wali Kota Bogor.
Suasana semakin semarak melalui pentas seni perjuangan yang mengangkat semangat nasionalisme dan nilai-nilai perjuangan bangsa. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan ramah tamah serta jamuan makan malam bersama.
Ketua PPM-LVRI PC Kota Bogor, Agus Madi, mengatakan pihaknya memberikan apresiasi atas terselenggaranya Festival Merah Putih. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga memiliki nilai penting dalam menjaga ingatan kolektif terhadap sejarah perjuangan bangsa.
“Kami sebagai garis keturunan anak cucu pejuang kemerdekaan sangat mengapresiasi terselenggaranya Festival Merah Putih di Kota Bogor. Acara ini penting untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan menghargai nilai-nilai perjuangan para pahlawan,” ujar Agus.
Ia menilai semangat nasionalisme perlu terus ditanamkan kepada generasi muda di tengah perkembangan zaman. Salah satu caranya, kata dia, adalah dengan memperkenalkan sejarah perjuangan bangsa kepada generasi penerus.
Agus juga mengingatkan kembali pesan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, tentang pentingnya tidak melupakan sejarah.
“Sesuai dengan amanat Presiden pertama kita Bung Karno: JAS MERAH — Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah. Jika Indonesia ingin menjadi mercusuar dunia, maka sejarah perjuangan bangsa tidak boleh dilupakan,” tegasnya.
Menurutnya, generasi muda merupakan penerus bangsa yang memiliki tanggung jawab untuk menjaga kemerdekaan yang telah diperjuangkan dengan pengorbanan besar oleh para pahlawan.
Karena itu, momentum seperti Festival Merah Putih dinilai penting untuk mempertemukan masyarakat dengan nilai-nilai perjuangan, persatuan, dan kecintaan terhadap Tanah Air.
Penutupan Festival Merah Putih di Lanud Atang Sendjaya pun diharapkan tidak menjadi akhir dari semangat kebangsaan, tetapi menjadi pengingat agar nilai perjuangan, persatuan, dan nasionalisme terus hidup dalam kehidupan masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda Kota Bogor.*** Uday Firansyah.





