DP2KBP3A KBB Perkuat Peran Pekka Lewat Capacity Building

LEMBANG, citrapedia.id – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus memberikan perhatian terhadap Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (Pekka) yang jumlahnya mencapai 4.567 orang pada tahun 2024. Data tersebut dicatat Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) KBB.

Ribuan perempuan tersebut tersebar dalam 408 kelompok di 165 desa, yang berada di 16 kecamatan se-KBB. Pekka merupakan perempuan yang menjadi kepala rumah tangga karena berbagai alasan, seperti ditinggal wafat suami, perceraian, atau ketidakhadiran suami dalam rumah tangga.

Plt Kepala DP2KBP3A KBB, Wiriawan, menyebutkan bahwa jumlah Pekka di KBB cukup signifikan, yakni 4,7 persen dari total populasi 1,8 juta jiwa. “Angka ini menunjukkan betapa besarnya populasi perempuan yang berada dalam posisi krusial dan membutuhkan dukungan berkelanjutan,” ujarnya, Sabtu (28/6/2025).

Menurutnya, perempuan kepala keluarga memiliki peran ganda sebagai pencari nafkah sekaligus pengelola rumah tangga. Oleh karena itu, mereka dipandang sebagai investasi strategis dalam pembangunan masyarakat dan ketahanan keluarga.

Sebagai bentuk dukungan nyata, DP2KBP3A menggelar kegiatan Capacity Building bagi 25 anggota Forum Pekka di Radiant Hotel, Lembang, pada 24 Juni 2025. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Drs. H. Rukman Heryana, M.Si., dan H. Yan Maryanto, pemilik Rumah Batik Lembang.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah membekali Pekka agar mampu mandiri, berdaya, dan berkontribusi dalam membangun masyarakat yang sejahtera, adil gender, dan bermartabat,” jelas Wiriawan.

Ia berharap peserta pelatihan dapat menjadi motor penggerak di kelompok masing-masing, serta mampu membangun ekonomi mandiri dan memberikan dampak positif bagi keluarga dan komunitasnya.

“Dengan begitu, anggota Pekka bisa lebih kuat dalam mengelola kehidupan pribadi, keluarga, dan ekonomi mereka. Ujungnya adalah kemandirian dan kesejahteraan keluarga,” pungkasnya.***( DP2KBP3A Kabupaten Bandung Barat).

You cannot copy content of this page