Seleksi IM Japan 2026 Digelar di Bandung Barat, Disnaker Tekankan Kompetensi dan Jalur Resmi

CITRAPEDIA.ID |  Peluang generasi muda Kabupaten Bandung Barat untuk memperoleh pengalaman kerja di Jepang terbuka melalui Seleksi Nasional Program Pemagangan ke Jepang (IM Japan) 2026.

Seleksi yang untuk pertama kalinya digelar di Kabupaten Bandung Barat tersebut berlangsung 5–9 Oktober 2026 di Gedung Diklat BKPSDM KBB, Jalan Raya Lembang, Kecamatan Lembang. Kegiatan mendapat dukungan IKAPEKSI DPC Kabupaten Bandung Barat.

Foto Istimewa// Kepala Dinas Tenaga Kerja KBB, Yoppie Indrawan Iskandar, S.E.,

Kepala Dinas Tenaga Kerja KBB, Yoppie Indrawan Iskandar, S.E., mengatakan program pemagangan ke Jepang harus menjadi kesempatan untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing tenaga kerja, bukan sekadar mengejar keberangkatan ke luar negeri.

“Peserta harus memiliki kemampuan, kesiapan fisik dan mental, disiplin serta motivasi yang kuat,” ujar Yoppie, Senin (5/10/2026).

Menurutnya, program tersebut relevan dengan upaya pemerintah menekan angka pengangguran sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap kesempatan kerja. Berdasarkan data BPS Agustus 2025, angkatan kerja KBB mencapai sekitar 1,03 juta orang dengan Tingkat Pengangguran Terbuka 6,60 persen.

Yoppie menegaskan proses seleksi harus berjalan objektif, transparan dan mengikuti ketentuan Kementerian Ketenagakerjaan serta IM Japan.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pihak yang menjanjikan kelulusan atau keberangkatan di luar prosedur resmi.

“Jangan percaya kepada pihak yang menjanjikan kelulusan atau keberangkatan di luar mekanisme program,” tegasnya.

Yoppie berharap peserta yang nantinya berangkat ke Jepang dapat membawa pulang bukan hanya penghasilan, tetapi juga keterampilan, kedisiplinan, teknologi dan budaya kerja untuk menjadi bekal setelah kembali ke Indonesia.

Sementara itu, IKAPEKSI diharapkan dapat berperan dalam sosialisasi dan berbagi pengalaman alumni kepada calon peserta, dengan tetap menempatkan tahapan resmi IM Japan sesuai kewenangan dan pedoman yang berlaku.

“Bagi peserta yang nantinya berangkat ke Jepang, jangan hanya membawa pulang penghasilan. Bawa pulang keterampilan, disiplin, teknologi dan budaya kerja yang baik,” pungkasnya.***

You cannot copy content of this page