Berita  

PLN Rancaekek Terapkan “No Fuel Day” Setiap Jumat

CITRAPEDIA | Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Rancaekek menerapkan program “No Fuel Day” setiap hari Jumat sebagai upaya mendukung penghematan bahan bakar sekaligus menekan emisi karbon. Kebijakan tersebut merupakan arahan dari PLN pusat serta dukungan terhadap program pemerintah dalam penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan.

Dalam penerapannya, seluruh kantor PLN diwajibkan bebas dari kendaraan berbasis bahan bakar fosil atau Bahan Bakar Minyak (BBM) setiap hari Jumat. Pegawai dianjurkan menggunakan kendaraan listrik, berjalan kaki, atau alternatif transportasi lainnya yang lebih ramah lingkungan.

Manager ULP PLN Rancaekek, Setiaji Basarah, mengatakan kebijakan ini tidak hanya bertujuan menghemat penggunaan BBM, tetapi juga mendorong gaya hidup sehat bagi para pegawai.

“Saya sendiri ke kantor hari ini berjalan kaki. Kecuali kendaraan operasional pelayanan, karena itu digunakan untuk kepentingan pelayanan publik,” ujar Setiaji didampingi dua stafnya, Ayi dan Iyan Hillman, di kantor ULP PLN Rancaekek, Jumat (24/4/2026).

Menurutnya, program Clean Energy Day ini memberikan dampak positif terhadap lingkungan dan efisiensi operasional. Berdasarkan data internal PLN, pelaksanaan program tersebut mampu memberikan sejumlah manfaat, di antaranya:

  • Penghematan sekitar 30.300 liter BBM
  • Mencegah 69.699 KgCO₂e emisi karbon
  • Nilai penghematan mencapai Rp372.691.618
  • Rata-rata kontribusi pegawai dalam mencegah emisi karbon sebesar 2,89 KgCO₂e per pegawai

Selain menyosialisasikan program hemat energi, Setiaji juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap keselamatan kelistrikan.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak bermain layang-layang di dekat jaringan listrik, terutama menggunakan benang kawat, serta tidak membangun atau memperbaiki bangunan terlalu dekat dengan jaringan listrik. Jarak aman minimal antara bangunan dan jaringan listrik adalah 3 meter.

Selain itu, masyarakat juga diminta berhati-hati saat menggali tanah agar tidak mengenai kabel listrik bawah tanah, menjauhkan antena televisi, parabola maupun papan reklame dari jaringan listrik, serta tidak memarkir kendaraan besar seperti truk di bawah jaringan listrik.

Setiaji juga mengedukasi masyarakat mengenai langkah antisipasi bahaya listrik saat musim hujan dan banjir. Ia menyarankan masyarakat untuk mematikan instalasi listrik di dalam rumah saat banjir terjadi, mencabut peralatan listrik dari stop kontak, memindahkan perangkat elektronik ke tempat yang lebih tinggi, serta memastikan peralatan elektronik tetap dalam kondisi kering.

“Keselamatan kelistrikan sangat penting untuk diperhatikan bersama. Dengan kesadaran masyarakat, potensi bahaya listrik dapat dicegah,” pungkasnya.***Betty.

You cannot copy content of this page