CITRAPEDIA | Semangat kebersamaan untuk membangun daerah mengemuka dalam kegiatan urun rembuk yang digelar Forum Peduli Banjar Patroman (FPBP) pada 19 April 2026 lalu. Pertemuan tersebut mempertemukan berbagai tokoh dari beragam latar belakang untuk membahas masa depan pembangunan Kota Banjar.
Kegiatan yang mengusung tema “Urun Rembuk Hirup Sauyunan Pikeun Ngawangun Kota Banjar Patroman” itu diprakarsai oleh Abah Nana selaku panitia pelaksana.
Forum ini menghadirkan sejumlah tokoh penting, mulai dari mantan Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, akademisi, praktisi hukum, pelaku usaha, hingga unsur organisasi kemasyarakatan yang berasal dari luar Kota Banjar.
Sementara dari unsur Pemerintah Kota Banjar, turut hadir Wali Kota Banjar H. Ir. Sudarsono Sastro, Wakil Wali Kota Banjar, Sekretaris Daerah beserta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Hadir pula unsur dunia usaha seperti Kadin dan HIPMI Kota Banjar.
Abah Nana menjelaskan, pertemuan tersebut bertujuan untuk mengetahui arah rencana strategis (Renstra) Pemerintah Kota Banjar sekaligus menjadi ruang bagi para peserta untuk memberikan saran, pendapat, dan solusi demi kemajuan daerah.
“Pertemuan ini menjadi wadah untuk menyatukan gagasan dan semangat kebersamaan. Kami ingin semua pihak dapat berkontribusi dalam pembangunan Kota Banjar Patroman ke depan,” ujar Abah Nana.
Menurutnya, salah satu hal yang menarik dalam pertemuan itu adalah hadirnya sejumlah tokoh yang pernah berperan dalam pemerintahan Kota Banjar, seperti dua mantan Wakil Wali Kota Banjar periode sebelumnya, H. Dimyati dan Drg. Darmaji, serta salah satu kompetitor pada Pilkada 2024, H. Bambang Hidayah.
“Ini menunjukkan semangat kebersamaan. Dalam forum ini tidak ada pembahasan politik, semuanya kompak dan solid dengan tujuan yang sama, yaitu membangun Kota Banjar agar lebih maju,” katanya.
Dalam kesempatan itu, mantan Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Eka Santosa yang juga dikenal sebagai salah satu pelaku sejarah berdirinya Kota Banjar, memaparkan pentingnya menghidupkan kembali semangat perjuangan masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa masyarakat Kota Banjar perlu kembali mengingat sejarah dan semangat perjuangan dalam proses lahirnya Kota Banjar Patroman sebagai daerah otonom.
Lebih lanjut, Abah Nana menyebutkan bahwa dalam forum tersebut juga tercapai kesepakatan bahwa FPBP akan menjadi bagian dari sinergi dalam mengawal program strategis Wali Kota Banjar, sekaligus menjadi mitra penyeimbang dalam jalannya roda pemerintahan.
“FPBP diharapkan dapat berperan sebagai mitra strategis yang memberikan masukan dan pengawasan demi kemajuan Kota Banjar Patroman,” ungkapnya.
Wali Kota Banjar H. Ir. Sudarsono Sastro menyambut baik gagasan tersebut. Ia berharap hasil dari pertemuan tersebut dapat ditindaklanjuti dengan langkah-langkah nyata yang memberikan dampak positif bagi pembangunan Kota Banjar.***





