CITRAPEDIA | Bursa pemilihan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat periode 2026–2030 semakin menghangat. Salah satu nama yang mencuat adalah Mayjen TNI (Purn) Dwi Jati Utomo.
Berbekal pengalaman panjang di lingkungan TNI AD serta rekam jejak di dunia olahraga, Dwi Jati Utomo menyatakan kesiapan untuk ikut mendorong kemajuan olahraga Jawa Barat, termasuk mempertahankan tradisi prestasi Jabar di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).
Pengalaman kepemimpinan Dwi Jati Utomo terbilang panjang. Selama berkarier di militer, ia dipercaya mengemban sejumlah jabatan strategis yang membutuhkan kemampuan kepemimpinan, manajemen organisasi, pengambilan keputusan, hingga membangun koordinasi lintas institusi.
Sejumlah jabatan penting yang pernah diembannya antara lain Kasdam III/Siliwangi, Danpussenarmed, serta Perwira Tinggi Staf Ahli Tingkat III Kasad bidang Politik dan Keamanan Nasional.
Sebagai Kasdam III/Siliwangi, Dwi Jati Utomo memiliki pengalaman memimpin dan mengelola organisasi di wilayah Jawa Barat dan Banten. Sementara saat menjabat Danpussenarmed, ia mengemban tanggung jawab dalam pembinaan serta pengembangan satuan Artileri Medan TNI AD yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Pengalaman tersebut menjadi modal kepemimpinan yang ingin dibawa ke dalam pengelolaan organisasi olahraga Jawa Barat.
Punya Rekam Jejak di Dunia Olahraga
Pengalaman Dwi Jati Utomo di dunia olahraga juga bukan hal baru. Ia pernah dipercaya menjadi Ketua Umum Federasi Hoki Indonesia (FHI) Jawa Barat periode 2019–2023.
Di bawah kepemimpinannya, FHI Jawa Barat berhasil meraih prestasi sebagai juara umum cabang olahraga hoki pada PON XX tahun 2021.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu catatan penting dalam perjalanan Dwi Jati Utomo di bidang olahraga, khususnya dalam membangun pembinaan atlet dan mengelola organisasi cabang olahraga.
Saat ini, Dwi Jati Utomo juga dipercaya memimpin Pengurus Provinsi Wushu Indonesia (WI) Jawa Barat periode 2025–2029.
Keterlibatannya dalam olahraga juga berjalan seiring dengan kebiasaan menjaga kebugaran. Di tengah kesibukannya, ia aktif melakukan berbagai aktivitas olahraga seperti bersepeda, bermain golf, dan berjalan kaki.
Dorong Sport Science dan Kesejahteraan Atlet
Jika mendapat kepercayaan memimpin KONI Jawa Barat periode 2026–2030, Dwi Jati Utomo menyampaikan rencana untuk memperkuat pemanfaatan sport science dalam pembinaan atlet.
Menurutnya, pengembangan prestasi olahraga tidak cukup hanya mengandalkan latihan konvensional. Pembinaan atlet perlu didukung ilmu keolahragaan, teknologi, pengukuran performa, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di Jawa Barat.
Selain prestasi, persoalan kesejahteraan atlet dan pelatih juga menjadi perhatian. Ia ingin pembinaan olahraga tidak hanya berorientasi pada pencapaian medali, tetapi juga memikirkan keberlanjutan masa depan atlet setelah mereka tidak lagi aktif sebagai atlet.
Target Pertahankan Tradisi Juara
Dwi Jati Utomo mengusung visi “Bersama Kita Juara, Mempertahankan dan Meningkatkan Prestasi Menuju Jabar Istimewa.”
Salah satu target yang menjadi perhatian adalah mempertahankan tradisi Jawa Barat sebagai juara umum PON. Setelah mencatatkan hattrick juara pada tiga penyelenggaraan PON sebelumnya, Jawa Barat ditargetkan kembali meraih prestasi terbaik pada PON XXII tahun 2028 yang akan berlangsung di NTB, NTT, dan DKI Jakarta.
Dalam kesempatan tersebut, Dwi Jati Utomo juga menyampaikan penghargaan kepada Ketua Umum KONI Jawa Barat saat ini, Prof. Dr. Budiana, S.Ip., M.Si., beserta jajaran pengurus yang dinilai telah berhasil mempertahankan prestasi Jawa Barat sebagai juara umum pada PON XXI 2024 di Sumatera Utara dan Aceh.
Menurut Dwi Jati Utomo, mempertahankan prestasi tersebut membutuhkan kerja bersama seluruh elemen olahraga Jawa Barat.
Karena itu, ia berharap mendapat dukungan serta kolaborasi dari seluruh pemegang hak suara, mulai dari ketua cabang olahraga, KONIDA, hingga badan fungsional.
“Memimpin KONI Jabar membutuhkan kolaborasi dan kerja sama yang solid dari semua pihak. Dengan mengedepankan integritas, disiplin, transparansi, dan kerja sama tim, saya yakin prestasi olahraga Jawa Barat dapat terus ditingkatkan,” ujarnya, Sabtu, 15/8/2026.
Ingin Atlet Jabar Berprestasi di Level Internasional
Tidak hanya mempertahankan dominasi di tingkat nasional, Dwi Jati Utomo juga memiliki target agar atlet-atlet Jawa Barat mampu memberikan kontribusi lebih besar di tingkat internasional.
“Kami ingin atlet Jabar tidak hanya juara di level nasional, tapi juga berbicara banyak di kancah internasional,” kata Dwi Jati Utomo.
Untuk mewujudkan target tersebut, menurutnya, KONI Jawa Barat membutuhkan dukungan berbagai pihak, terutama pemerintah daerah.
Sinergi antara KONI Jawa Barat dengan pemerintah daerah di seluruh Jawa Barat dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan ekosistem olahraga yang kuat.
Dwi Jati Utomo juga menyampaikan optimismenya untuk membawa KONI Jawa Barat periode 2026–2030 dengan dukungan dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan olahraga, termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Dengan pengalaman kepemimpinan di lingkungan militer serta keterlibatan langsung dalam pembinaan sejumlah cabang olahraga, Dwi Jati Utomo kini menempatkan penguatan organisasi, sport science, kesejahteraan atlet, dan kolaborasi sebagai fondasi untuk menjaga sekaligus meningkatkan prestasi olahraga Jawa Barat.***





