Citarpedia.id | Kepala Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Nur Awaludin Lubis, menyampaikan pembaruan terbaru terkait bencana longsor yang menerjang wilayahnya pada Sabtu (24/1/2026) dini hari. Longsor terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut tanpa henti sejak malam sebelumnya.
Nur Awaludin mengungkapkan, hujan deras yang berlangsung sejak malam membuat dirinya terus siaga dan tidak sempat beristirahat hingga pagi hari. Sekitar pukul 02.00 WIB, pihak desa menerima laporan awal adanya longsor di jalan kabupaten yang berada di wilayah Pasirlangu.
“Saat kejadian sekitar jam dua dini hari. Saya hendak masuk rumah, tiba-tiba terdengar suara gemuruh sangat keras. Awalnya dikira angin, tapi ternyata longsor,” ujarnya.
Ia menuturkan, sebagian warga sempat berteriak dan berlari menyelamatkan diri sesaat sebelum material tanah dan aliran air menerjang permukiman. Meski demikian, tidak semua warga berhasil menghindar dari bencana tersebut.
Berdasarkan data sementara, longsor berdampak pada dua kampung di wilayah RW 10. Tidak seluruh rumah terdampak, karena lokasi merupakan kawasan permukiman terpencil. Di bagian bawah terdapat sekitar 14 rumah terdampak, sementara di bagian atas sekitar 20 rumah terdampak.
“Total rumah yang terdampak sekitar 20 unit. Jumlah warga yang tercatat di lokasi terdampak sebanyak 113 jiwa, itu pun bukan keseluruhan warga karena ada yang sedang tidak berada di rumah,” jelasnya.
Dari jumlah tersebut, Nur Awaludin menyampaikan bahwa hingga data terakhir, sebanyak 7 orang dinyatakan meninggal dunia. Korban meninggal dunia berasal dari satu keluarga, yakni ayah, ibu, dan anak, serta korban lainnya dari lingkungan sekitar.
Sementara itu, sebanyak 83 orang dilaporkan diduga hilang dan masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, relawan, dan masyarakat setempat.
“Masih ada warga yang pagi tadi tidak berada di lokasi karena bekerja, seperti sopir dan lainnya. Data ini masih terus kami perbarui,” pungkasnya.
Hingga kini, proses pencarian korban dan penanganan darurat masih terus berlangsung, sementara warga yang selamat diungsikan ke lokasi aman. Pemerintah daerah menetapkan status siaga darurat dan mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi longsor susulan.****





