Berita  

Gerakan Pangan Murah AMANAH Hadir di Gununghalu

CITRAPEDIA | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat terus memperkuat upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) AMANAH. Kegiatan yang digelar di halaman Kantor Kecamatan Gununghalu, Kamis (30/7/2026), menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Bandung Barat serta menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, yang berhalangan hadir dalam kegiatan tersebut, diwakili oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bandung Barat, Dr. H.M. Lukmanul Hakim, M.Si.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakannya, Lukmanul Hakim menyampaikan bahwa ketahanan pangan merupakan salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.

“Saya mewakili Bapak Bupati Bandung Barat menyampaikan bahwa ketahanan pangan merupakan salah satu prioritas pemerintah daerah. Dengan kondisi geografis yang subur dan memiliki potensi pertanian yang besar, Kabupaten Bandung Barat harus mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Lukmanul Hakim.

Ia mengatakan, Kabupaten Bandung Barat memiliki luas wilayah sekitar 1.305,77 kilometer persegi yang terdiri atas 16 kecamatan dan 165 desa, dengan jumlah penduduk sekitar 1,86 juta jiwa. Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab pemerintah untuk memastikan ketersediaan pangan yang cukup, aman, bermutu, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat.

“Saya mewakili Bapak Bupati mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga ketahanan pangan daerah. Pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat harus menjadi perhatian kita semua agar ketahanan pangan di Kabupaten Bandung Barat dapat terwujud dengan baik,” katanya.

Lukmanul menjelaskan, Gerakan Pangan Murah AMANAH merupakan program Badan Pangan Nasional yang berkolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat serta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bandung Barat. Program tersebut bertujuan membantu masyarakat memperoleh bahan pangan berkualitas dengan harga di bawah pasar sekaligus mengendalikan dampak inflasi pangan.

Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi langkah antisipasi terhadap gejolak harga sejumlah komoditas strategis seperti beras, cabai rawit, cabai merah keriting, bawang merah, dan telur ayam yang selama ini menjadi penyumbang inflasi terbesar di Jawa Barat.

Dalam pelaksanaannya, masyarakat dapat membeli 11 komoditas pangan dengan harga lebih terjangkau, di antaranya beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, daging sapi, daging ayam, cabai rawit, cabai merah keriting, bawang merah, bawang putih, serta kebutuhan pangan pokok lainnya.

Sementara itu, Lukmanul Hakim selaku Ketua Panitia Pelaksana menjelaskan bahwa Gerakan Pangan Murah AMANAH merupakan implementasi Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan yang mengamanatkan pemerintah menjaga stabilisasi pasokan, harga, dan distribusi pangan.

“Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat memperoleh akses pangan murah secara langsung, sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di Kabupaten Bandung Barat,” ujarnya.

Pemkab Bandung Barat berharap Gerakan Pangan Murah AMANAH dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat, mengendalikan inflasi daerah, serta memperkuat ketahanan pangan di seluruh wilayah Kabupaten Bandung Barat.***

You cannot copy content of this page