CITRAPEDIA | Federasi Serikat Pekerja Maritim Indonesia (F.SP Maritim Indonesia) memperkuat konsolidasi organisasi dan kemitraan strategis untuk meningkatkan perlindungan serta kesejahteraan pekerja di sektor maritim.
Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) F.SP Maritim Indonesia yang digelar di Hotel Ayunda, Cipayung, Puncak, Bogor, Selasa (8/9/2026).
Rakernas menjadi momentum bagi organisasi untuk menyatukan strategi dalam memperjuangkan kepentingan pekerja, khususnya yang bergerak di sektor maritim, pelabuhan, tenaga kerja bongkar muat (TKBM), pelaut, nelayan, hingga masyarakat pesisir.
Penguatan jaminan sosial menjadi salah satu perhatian dalam forum tersebut. F.SP Maritim Indonesia mendorong semakin kuatnya sinergi dengan pemerintah, BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan agar pekerja di sektor maritim mendapatkan perlindungan sosial yang optimal.
Selain persoalan jaminan sosial, pembahasan juga diarahkan pada penguatan kemitraan antara serikat pekerja dengan pemerintah, BUMN, dunia usaha serta berbagai organisasi dan komunitas yang berkaitan dengan sektor maritim.
Sejumlah pemangku kepentingan turut hadir dalam Rakernas tersebut, di antaranya Ketua Umum F.SP Maritim Indonesia KSPSI Ujang Supriatin, SE., MP., MM., Sekretaris Jenderal DPP KSPSI Arif Minardi, serta Staf Ahli Menteri Bidang Kebijakan Publik Kementerian Koperasi RI Dr. Koko Haryono.
Hadir pula Ketua Tim Bidang Pemberdayaan Organisasi Pekerja dan Pengusaha Direktorat KPPHI Kementerian Ketenagakerjaan RI Rinaldy Zuhriansyah, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Bogor H. Deny Yusyulian, SE., MM., serta Asisten Deputi BPJS Kesehatan Greisthy Esthi Liana Borotoding.
Selain itu, Rakernas dihadiri Ketua Umum INKOP TKBM Pelabuhan atau yang mewakili Asep Slamet, serta Ketua Aliansi Serikat Pekerja/Buruh TKBM Pelabuhan Seluruh Indonesia Drs. KRH. H.M. Jusuf Rijal, SH., SE., M.Si.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas ruang dialog dan kerja sama dalam menghadapi berbagai persoalan ketenagakerjaan di sektor maritim.
F.SP Maritim Indonesia menilai sektor maritim memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional. Karena itu, penguatan sektor tersebut perlu berjalan beriringan dengan peningkatan perlindungan, kepastian kerja dan kesejahteraan para pekerjanya.
Melalui Rakernas ini, F.SP Maritim Indonesia berkomitmen memperkuat peran organisasi sebagai wadah perjuangan pekerja sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mendorong terciptanya sektor maritim yang maju, produktif dan berkeadilan.***Uday Firansyah





