CITRAPEDIA | Pameran Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) yang digelar Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif) TNI AD di Soreang, Kabupaten Bandung, tidak hanya menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal perlengkapan pertahanan. Kegiatan tersebut juga memperlihatkan kuatnya sinergi TNI dan Polri dalam membangun kedekatan dengan masyarakat.
Pameran berlangsung di Jalan Jenderal Sudirman, Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu (3/10/2026), dan dipimpin langsung Danpussenif Letjen TNI H. Iwan Setiawan, S.E., M.M. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolresta Bandung Kombes Pol Dr. Tri Suhartanto, S.H., M.H., M.Si., Ph.D.
Kehadiran kedua pimpinan tersebut menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan yang sejak pagi telah dipadati masyarakat.
Berbagai perlengkapan yang digunakan satuan Infanteri ditampilkan kepada publik. Mulai dari senjata perorangan, senjata bantuan, perlengkapan tempur, alat komunikasi lapangan hingga sejumlah peralatan pendukung operasi.
Masyarakat tidak hanya dapat melihat alutsista dari dekat, tetapi juga memperoleh penjelasan langsung dari personel Pussenif mengenai fungsi dan penggunaannya.
Danpussenif Letjen TNI H. Iwan Setiawan mengatakan, pameran Alutsista digelar sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kemampuan TNI AD sekaligus membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat.
Menurutnya, keberadaan alutsista harus dipahami masyarakat sebagai bagian dari upaya membangun kekuatan pertahanan yang profesional dan mampu menghadapi berbagai bentuk ancaman.
“Pameran ini kami hadirkan agar masyarakat dapat melihat langsung perangkat tempur yang menjadi andalan prajurit Infanteri. Kami ingin masyarakat paham, bangga, dan tumbuh semangat bela negaranya,” ujar Letjen Iwan Setiawan.
Ia menambahkan, perkembangan alutsista juga menjadi bagian dari upaya TNI AD meningkatkan kemampuan prajurit dalam menghadapi tantangan pertahanan, baik ancaman militer maupun nonmiliter.
Kehadiran Kapolresta Bandung dalam kegiatan tersebut turut memperlihatkan koordinasi dan kebersamaan TNI-Polri dalam menjaga keamanan sekaligus memberikan ruang interaksi positif bagi masyarakat.
Pameran menjadi kesempatan bagi warga untuk berinteraksi secara langsung dengan prajurit TNI. Suasana kegiatan pun berlangsung terbuka dan akrab, khususnya ketika masyarakat mendapatkan kesempatan melihat berbagai perlengkapan yang selama ini hanya dikenal melalui pemberitaan atau tayangan media.
Bagi generasi muda, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi untuk mengenal lebih jauh dunia pertahanan serta menumbuhkan wawasan mengenai bela negara.
Selain alutsista, penyelenggara juga melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) lokal Soreang.
Sejumlah lapak kuliner dan produk kerajinan ikut meramaikan lokasi kegiatan. Kehadiran UMKM membuat pameran tidak hanya berorientasi pada edukasi pertahanan, tetapi juga memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk berinteraksi dengan masyarakat yang datang.
Antusiasme warga terlihat sejak pagi. Pelajar, mahasiswa, keluarga prajurit hingga masyarakat umum berdatangan untuk menyaksikan langsung pameran.
Panitia juga menyediakan makanan dan minuman gratis bagi masyarakat sehingga suasana kegiatan semakin ramai dan penuh kebersamaan.
Melalui pameran tersebut, Pussenif menunjukkan pendekatan yang tidak hanya menampilkan kemampuan alutsista, tetapi juga membuka ruang komunikasi antara TNI, Polri, pelaku UMKM dan masyarakat.
Kegiatan di Soreang itu sekaligus menjadi gambaran bahwa pengenalan pertahanan kepada publik dapat dilakukan melalui ruang yang terbuka, edukatif dan melibatkan masyarakat secara langsung.***Betty.





