Berita  

Layanan Digital Pegadaian, MengEMASkan Harapan Masyarakat Indonesia

citrapedia.id | Cimahi – Perkembangan teknologi digital di Indonesia terus menghadirkan kemudahan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam mengelola kebutuhan finansial. Salah satu inovasi yang mencuri perhatian adalah layanan digital PT Pegadaian, yang kini menjadi sahabat finansial masyarakat dari beragam kalangan.

Lewat aplikasi Pegadaian Digital, masyarakat dapat mengakses berbagai produk unggulan, mulai dari Tabungan Emas, Cicil Emas, Deposito Emas, hingga layanan pembiayaan dan pembayaran. Semuanya bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja, cukup melalui genggaman tangan.

Pimpinan Cabang PT Pegadaian Cimahi, Tri Mulyanah, mengungkapkan bahwa tahun ini mayoritas masyarakat memanfaatkan produk Gadai untuk memenuhi biaya sekolah dan kuliah anak.

“Animo masyarakat dominan pilihannya adalah Gadai yang kebutuhannya diperuntukkan untuk pembiayaan masuk sekolah,” kata Tri, Rabu (11/9/2025).

Selain Gadai, Cicil Emas menjadi produk favorit kedua. Stabilitas harga emas yang cenderung meningkat membuat masyarakat semakin tertarik menjadikannya instrumen investasi jangka panjang.

“Sejak diluncurkannya Bank Emas oleh Presiden Prabowo Subianto, minat masyarakat terhadap produk emas meningkat signifikan. Di Cabang Cimahi saja, Deposito Emas sudah mencapai 600 gram, sementara Cicil Emas mencapai 7 kilogram,” jelas Tri.

Hingga kini, Pegadaian Cimahi mencatat 2.000 nasabah emas dan sekitar 3.000 nasabah gadai, dengan penyaluran pembiayaan mulai Rp500 ribu hingga Rp20 juta. Menurut Tri, masyarakat mulai sadar bahwa menggadaikan perhiasan lebih menguntungkan dibanding menjualnya.

Meski harus bersaing dengan lembaga gadai swasta, Pegadaian tetap unggul dalam produk emas. “Untuk produk emas Pegadaian masih merajai. Hanya barang elektronik yang agak terpengaruh oleh kompetitor,” tambah Tri.

Bagi Dewi Lestari (32), seorang ibu rumah tangga di Cimahi, aplikasi Pegadaian Digital sangat membantu. Ia bisa menabung emas mulai dari nominal kecil tanpa harus repot ke kantor cabang.

“Sekarang menabung emas sama mudahnya seperti belanja online. Saya bisa mulai dari Rp10 ribu, dan itu sangat membantu untuk merencanakan masa depan anak,” ujarnya.

Sementara itu, Ahmad Fauzan (27), pekerja lepas di Cimahi, melihat layanan digital Pegadaian sebagai peluang bagi generasi muda.

“Kalau dulu emas identik dengan barang mahal dan eksklusif, sekarang siapa pun bisa punya. Melalui aplikasi, saya bisa cicil emas sambil belajar disiplin mengatur keuangan,” tutur Fauzan.

Pegadaian bukan hanya menyediakan produk investasi, tetapi juga membuka akses pembiayaan yang cepat, aman, dan transparan. Digitalisasi membuat proses pengajuan lebih mudah dipantau sekaligus memberi rasa aman, terutama bagi masyarakat yang kesulitan mengakses layanan keuangan formal.

Inovasi ini sejalan dengan misi Pegadaian dalam menghadirkan inklusi finansial bagi kelompok menengah ke bawah. Transformasi digital Pegadaian bukan sekadar pembaruan layanan, tetapi juga langkah strategis dalam menggerakkan budaya menabung emas di Indonesia.

Visi besar Pegadaian tercermin dalam jargon MengEMASkan Indonesia—yakni menjadikan emas sebagai bagian dari gaya hidup finansial modern. Partisipasi jutaan masyarakat yang menabung, mencicil, maupun berinvestasi emas, menjadi fondasi bagi kemandirian finansial sekaligus kontribusi nyata pada stabilitas ekonomi nasional.

Ke depan, masyarakat berharap Pegadaian terus berinovasi agar layanannya semakin ramah pengguna dan menjangkau hingga pelosok desa.

“Harapannya, semua orang bisa merasakan manfaatnya. Karena punya emas bukan hanya soal investasi, tetapi juga rasa aman untuk masa depan,” ujar Dewi menutup perbincangan.

Melalui digitalisasi, Pegadaian berhasil menghadirkan layanan keuangan yang inklusif, modern, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Sebuah langkah nyata menuju Indonesia yang lebih sejahtera—Indonesia yang benar-benar mengEMAS.***

Penulis: Awan HermawanEditor: Chevi Hediana

You cannot copy content of this page