CITRAPEDIA |Pemerintah Kabupaten Bandung bergerak cepat menangani bencana banjir dan angin puting beliung yang melanda sejumlah wilayah. Bupati Bandung Dadang Supriatna turun langsung meninjau lokasi terdampak sekaligus memastikan penanganan bagi masyarakat yang mengalami kerusakan rumah maupun kerugian akibat bencana tersebut, Senin (13/4/2026).
Bupati yang akrab disapa KDS itu melakukan monitoring ke sejumlah wilayah terdampak di antaranya Kecamatan Banjaran, Arjasari, Pameungpeuk, Ciparay, Solokanjeruk hingga Sapan Bojongsoang. Dalam peninjauan tersebut, KDS didampingi jajaran perangkat daerah, TNI, Polri, Forkopimcam serta para kepala desa setempat.
Di lokasi bencana, KDS juga menyempatkan diri menyapa warga yang terdampak sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap kondisi masyarakat. Ia juga mendoakan agar warga yang terdampak diberikan kesehatan dan keselamatan.
“Semoga masyarakat yang terdampak banjir dan angin kencang tetap diberikan kesehatan dan keselamatan,” ujarnya.
KDS menjelaskan, terdapat 13 kecamatan di Kabupaten Bandung yang terdampak banjir maupun angin puting beliung. Beberapa kecamatan yang terdampak banjir di antaranya Baleendah, Dayeuhkolot, Bojongsoang, Rancaekek, Katapang serta Margahayu.
Sementara wilayah yang terdampak angin puting beliung meliputi Rancaekek, Arjasari, Katapang, Dayeuhkolot, Baleendah serta beberapa wilayah di Kertasari dan Pacet.
“Selain itu juga terdapat daerah yang mengalami longsor, seperti di Kecamatan Pacet dan Kertasari, yang sebelumnya juga sempat terdampak banjir bandang setelah hujan deras,” ungkapnya saat meninjau lokasi banjir di Kampung Sapan, Desa Bojongemas, Kecamatan Solokanjeruk.
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Bandung masih melakukan asesmen untuk mendata jumlah rumah warga yang mengalami kerusakan akibat angin puting beliung, termasuk rumah yang terdampak akibat tanggul sungai yang jebol di beberapa wilayah.
“Kita sedang melakukan asesmen, termasuk rumah yang mengalami kerusakan akibat tanggul aliran sungai yang jebol di tiga kecamatan yakni Margahayu, Rancaekek dan Solokanjeruk,” katanya.
Ia menegaskan, Pemkab Bandung tidak akan tinggal diam dalam menangani dampak bencana tersebut. Sejumlah rumah yang mengalami kerusakan akan segera diperbaiki melalui berbagai program bantuan pemerintah.
“Kemarin kita mendapat data ada 63 rumah yang terdampak dan langsung kita perbaiki. Untuk rumah yang rusak dan tidak layak huni akibat angin puting beliung akan dimasukkan ke dalam program Rutilahu. Sedangkan untuk kerusakan menengah hingga berat akan diberikan bantuan kebencanaan,” jelasnya.
Untuk mempercepat penanganan bencana, Pemerintah Kabupaten Bandung juga telah menyiapkan anggaran sekitar Rp3 miliar yang dialokasikan khusus untuk penanganan kebencanaan.
Selain itu, Pemkab Bandung juga akan berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC), Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait penanganan infrastruktur sungai yang mengalami kerusakan.
“Tanggul sungai yang jebol dan berdampak ke permukiman warga akan segera diperbaiki. Untuk yang bisa dijangkau oleh APBD akan langsung kita kerjakan. Namun untuk penanganan permanen tentu membutuhkan intervensi dari pemerintah pusat,” pungkasnya. ***Betty.





