CITRAPEDIA|Pemerintah Kabupaten Bandung memperingati Hari Jadi ke-385 Kabupaten Bandung yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Kartini ke-147 melalui upacara di Lapangan Upakarti, Soreang, Senin (20/4/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bandung Dadang Supriatna (KDS) menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendorong pembangunan yang berakar pada desa sekaligus meningkatkan daya saing daerah di tingkat nasional maupun global.
Menurutnya, peringatan hari jadi tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga momentum refleksi terhadap perjalanan pembangunan serta penegasan arah kebijakan ke depan.
“Tahun ini kita mengangkat tema Bandung Lebih BEDAS: Ngarawat Lembur, Ngaronjatkeun Jaman. Artinya pembangunan harus tetap berakar pada desa, masyarakat, dan lingkungan, namun tetap mampu mengikuti perkembangan zaman dan meningkatkan daya saing,” ujar KDS.
Ia menjelaskan, sejak kembali dilantik bersama Wakil Bupati Ali Syakieb pada 20 Februari 2025, Pemerintah Kabupaten Bandung terus berupaya menghadirkan pembangunan yang lebih terarah, terukur, dan berbasis kebutuhan masyarakat.
Sejumlah capaian pembangunan juga disampaikan dalam kesempatan tersebut. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bandung pada 2025 tercatat mencapai 75,58 poin, meningkat dari 74,59 poin pada tahun sebelumnya. Tingkat kemiskinan juga berhasil ditekan menjadi 6,04 persen, sementara kemiskinan ekstrem turun hingga 0,5 persen.
Di sektor ekonomi, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bandung mencapai 6,32 persen, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 5,04 persen.
Sementara di sektor pelayanan kesehatan, Pemkab Bandung telah membangun lima RSUD BEDAS di wilayah Cimaung, Kertasari, Tegalluar, Arjasari, dan Pacira guna memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat.
Selain itu, pembangunan infrastruktur juga terus ditingkatkan, dengan kondisi jalan mantap yang telah mencapai 65 persen pada 2025 dan ditargetkan meningkat menjadi 74 persen pada 2026.
Program sosial seperti perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu), pembangunan sekolah baru, hingga program beasiswa pendidikan seperti BESTI dan Beasiswa Indonesia Emas Daerah (BIED) juga terus diperkuat.
Dalam pidatonya, KDS juga menyoroti persoalan pengelolaan sampah di Kabupaten Bandung yang mencapai sekitar 1.800 ton per hari. Pemerintah daerah, kata dia, terus mendorong berbagai solusi melalui penguatan TPST, TPS 3R, program zero waste, hingga pemanfaatan teknologi pengolahan sampah menjadi energi.
Di bidang tata kelola pemerintahan, Kabupaten Bandung kembali mencatat prestasi dengan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sembilan kali berturut-turut serta memperoleh skor Monitoring, Controlling, Surveillance for Prevention (MCSP) dari KPK sebesar 94, tertinggi di Jawa Barat dan peringkat keempat secara nasional.
Peringatan hari jadi tersebut juga dirangkaikan dengan Hari Kartini ke-147. Dalam kesempatan itu, KDS menekankan pentingnya peran perempuan dalam pembangunan daerah.
“Perempuan memiliki peran strategis dalam pembangunan, baik di bidang pendidikan, ekonomi, sosial maupun kepemimpinan,” ujarnya.
Mengakhiri sambutannya, KDS mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat kebersamaan dalam membangun Kabupaten Bandung agar semakin maju, unggul, dan tetap berakar pada nilai-nilai lokal.
“Dengan semangat Bandung Lebih BEDAS, mari kita bersama-sama merawat lembur dan meningkatkan zaman demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bandung,” pungkasnya.***Betty.





