Berita  

Dispora Kabupaten Bandung Dorong Pemuda Kembangkan Usaha dan Kelola Lingkungan

CITTRAPEDIA |Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bandung mendorong generasi muda untuk lebih aktif menjadi penggerak ekonomi sekaligus berperan dalam pengelolaan lingkungan. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Forum Sinergi Program Ekonomi yang mempertemukan berbagai Organisasi Kepemudaan (OKP) dan pelaku usaha muda di Hotel Sutanraja, Soreang, Kamis (9/4/2026).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Dispora Kabupaten Bandung, Dicky Anugerah, SH., M.Si, beserta jajaran pejabat struktural di lingkungan Dispora. Turut hadir Ketua KNPI Kabupaten Bandung Rifqi Fauzi dan Ketua HIPMI Kabupaten Bandung bersama sejumlah perwakilan organisasi kepemudaan lainnya.

Forum tersebut menjadi bentuk kolaborasi antara Dispora, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), serta Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Bandung dalam memperkuat sinergi antara organisasi kepemudaan dan pelaku usaha muda guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Dalam sambutannya, Kepala Dispora Kabupaten Bandung, Dicky Anugerah menyoroti potensi besar yang dimiliki Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Bandung. Menurutnya, fasilitas tersebut dapat menjadi wadah bagi produk-produk hasil karya generasi muda, khususnya di sektor usaha pangan seperti sayuran dan telur yang memiliki peluang besar di pasar.

“SPPG Kabupaten Bandung berpotensi besar menampung hasil karya anak-anak bangsa dalam bidang usaha. Produk lokal seperti sayuran dan telur dapat menyuplai kebutuhan pasar dengan kualitas yang baik dan harga yang kompetitif,” ujar Dicky.

Ia menegaskan bahwa pemuda harus menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Menurutnya, peran generasi muda sangat penting dalam mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Pemuda harus berada di barisan terdepan dalam meningkatkan perekonomian. Jangan sampai pemuda yang menjadi tulang punggung negara justru kalah bersaing. Kita harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” tegasnya.

Selain sektor usaha, Dicky juga menyoroti persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah yang saat ini menjadi tantangan serius. Ia menilai permasalahan tersebut justru bisa menjadi peluang ekonomi jika dikelola secara kreatif oleh generasi muda.

Menurutnya, sampah dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi, seperti kerajinan tangan, aksesoris fashion, hingga berbagai produk kreatif lainnya yang memiliki nilai jual di pasar.

“Sudah banyak komunitas yang berhasil mengolah limbah menjadi produk berkualitas. Saya berharap para ketua OKP bisa belajar dan berkolaborasi agar inovasi ini berkembang lebih luas, sehingga masalah lingkungan bisa teratasi sekaligus menambah penghasilan,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Dicky juga memberikan apresiasi kepada Gerakan Pemuda (GP) Ansor yang dinilai telah berhasil mengembangkan usaha hingga mampu menembus pasar modern atau supermarket. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi contoh bahwa organisasi kepemudaan harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Saya melihat GP Ansor sudah mampu mengembangkan usaha hingga memasok produk ke supermarket. Ini contoh baik yang bisa diikuti organisasi lain. Organisasi harus mampu memberi manfaat dan mengangkat potensi daerah menjadi nilai ekonomi,” pungkasnya.

Melalui forum ini, diharapkan tercipta sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, organisasi kepemudaan, dan pelaku usaha muda dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan. Dengan demikian, pemuda tidak hanya menjadi pelaku pasar, tetapi juga menjadi inovator yang mampu menjawab tantangan ekonomi dan lingkungan di daerah.***Betty.

You cannot copy content of this page