Proyek pembangunan Gedung Olahraga Pemuda (GOR Pemuda) di Kabupaten Bandung Barat (KBB), yang diharapkan menjadi pusat aktivitas olahraga dan kepemudaan, kini terhenti tanpa kejelasan. Bangunan yang semula direncanakan megah ini justru mangkrak, menyisakan rangka bangunan dan besi-besi yang mulai berkarat.
Berdasarkan data dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) KBB, proyek tersebut terdaftar dengan kode 9160703 dan nama tender “Belanja Modal Bangunan Gedung Olahraga/Pemuda Kabupaten Bandung Barat (BKK JABAR).” Proyek ini memiliki pagu anggaran mencapai Rp7,6 miliar dan mulai dikerjakan pada 2023 melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) 2023.
Hingga kini, kondisi proyek tersebut memunculkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat terkait keberlanjutan pembangunan dan pemanfaatan anggaran yang telah digelontorkan.
Menurut Kepala Bidang Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) KBB, Erwin Muliawan, mengakui bahwa anggaran menjadi tantangan terbesar dalam menyelesaikan proyek tersebut.
“Bandung Barat adalah satu-satunya kabupaten di Bandung Raya yang belum memiliki fasilitas olahraga. Atas dasar itu, kami menginisiasi pembangunan gedung olahraga ini. Alhamdulillah, proses awalnya dapat didanai dari Bantuan Keuangan Provinsi Jawa Barat,” ujar Erwin saat ditemui, Senin (21/1/2025).
Meski awalnya dianggarkan sebesar Rp8 miliar, rasionalisasi anggaran membuat nilai realisasinya turun menjadi Rp6,8 miliar. Kondisi ini, menurut Erwin, memaksa pihaknya untuk melakukan penyesuaian proyek, meski desain bangunan tidak mengalami perubahan signifikan.
Pengawasan dan Upaya Penyelesaian
Proyek ini dikerjakan oleh CV Persada Alam melalui mekanisme lelang. Untuk memastikan pembangunan sesuai aturan, Dispora KBB telah melibatkan sejumlah lembaga pengawas seperti Dinas PUTR, Inspektorat KBB, dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
“Kami meminta Dinas PUTR untuk meninjau semua persyaratan teknis dan mendapatkan pendampingan dari inspektorat. Kritik masyarakat soal proyek ini kami hormati, tapi kendala utamanya adalah keterbatasan anggaran,” jelas Erwin.
Menurutnya, upaya pengajuan anggaran telah dilakukan ke berbagai pihak, termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Erwin berharap proyek ini dapat sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pengembangan sarana pemuda dan olahraga.
“Kami terus berupaya mendapatkan pendanaan agar proyek ini segera rampung. Semoga masyarakat Bandung Barat segera memiliki fasilitas olahraga yang layak,” pungkasnya.





