Bandung Barat,citrapedia.id – Libur panjang Hari Raya Idulfitri 1446 H telah berakhir, namun semangat pengabdian Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kecamatan Ngamprah justru semakin menggelora.
Meskipun pemerintah memberikan kebijakan untuk bekerja dari rumah (Work From Home/WFH) hingga 100 persen bagi instansi non-esensial, jajaran Kecamatan Ngamprah memilih untuk tetap hadir secara penuh di kantor demi pelayanan kepada masyarakat.
“Alhamdulillah, hari ini merupakan hari pertama kami kembali bekerja setelah libur Idulfitri dan cuti bersama. Seluruh pegawai di Kecamatan Ngamprah, termasuk dari Perangkat Daerah (PD) yang masuk kategori kritikal, siap untuk melaksanakan tugas,”ungkap Camat Ngamprah, Agnes Virganti dalam wawancaranya pada Selasa (08/04/2025).
Meskipun ada Surat Edaran dari Pemerintah Kabupaten Bandung Barat yang memberikan keleluasaan untuk WFH, Agnes menegaskan bahwa semangat pelayanan tidak boleh kendur hanya karena adanya pilihan tersebut.
“Sesuai visi Amanah dari Bapak Bupati, kami tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.
Pelayanan tidak hanya dilakukan pada hari kerja. Menurut Agnes, layanan tetap tersedia bahkan pada hari libur. Ia mencontohkan, saat Hari Raya Nyepi, Kecamatan Ngamprah tetap membuka layanan bagi masyarakat yang memerlukan.
Setelah Idulfitri, kebutuhan masyarakat terhadap layanan administrasi meningkat. Banyak warga yang pulang mudik memanfaatkan waktu untuk mengurus dokumen kependudukan, terutama pemilih pemula yang ingin melakukan perekaman data.
“Ada warga yang tinggal di Ngamprah tetapi kuliah di luar kota. Mereka memanfaatkan momen mudik ini untuk melakukan perekaman KTP elektronik. Kami sangat menghargai dukungan langsung dari Kepala Dinas Disdukcapil yang memonitor layanan di lapangan,” jelas Agnes.
Lebih dari sekadar urusan administrasi, Kecamatan Ngamprah juga aktif dalam kesiapsiagaan bencana. Mengingat Kabupaten Bandung Barat masih dalam status siaga bencana hingga Mei mendatang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Damkar terus bersiaga penuh.
Persoalan lingkungan pasca-Lebaran juga menjadi perhatian utama. Agnes menyampaikan pesan Bupati Bandung Barat yang mengingatkan bahwa makna “kembali ke fitri” tidak hanya berkaitan dengan hati yang suci, tetapi juga perilaku bersih dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami mengimbau masyarakat untuk mulai memilah sampah dari rumah: organik dan anorganik. Sampah organik bisa dimanfaatkan melalui budidaya maggot atau bata terawang, sementara anorganik dapat didaur ulang menjadi barang bernilai,”tambahnya.
Kecamatan Ngamprah juga responsif terhadap berbagai aspirasi warga. Mulai dari keluhan listrik padam hingga gorong-gorong yang tersumbat akibat hujan deras. Salah satu aksi nyata terbaru adalah keikutsertaan kecamatan dalam program Berlian (Bersih Lingkungan Ngamprah) di Desa Margajaya.
“Kemarin kami diundang oleh warga Desa Margajaya. Mereka bergotong royong mengeruk sedimentasi sungai. Ini adalah bentuk sinergi antara warga dan pemerintah untuk mewujudkan Bandung Barat yang Amanah,” tutup Agnes.
Dengan semangat kerja yang tak mengenal waktu dan komitmen pada pelayanan prima, Kecamatan Ngamprah membuktikan bahwa pengabdian kepada masyarakat tak pernah mengenal libur.





