Musrenbang RKPD 2027, Bandung Barat Perkuat Ekonomi Daerah

CITRAPEDIA | Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Barat, Jalan Raya Batujajar, Kecamatan Padalarang, Kamis (9/4/2026).

‎Kegiatan tersebut menjadi forum strategis bagi pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan untuk menyerap aspirasi, menyelaraskan program pembangunan, sekaligus merumuskan arah kebijakan pembangunan Kabupaten Bandung Barat pada tahun 2027.

‎Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, mengatakan Musrenbang RKPD merupakan bagian penting dalam proses perencanaan pembangunan daerah yang mengedepankan partisipasi berbagai pihak.

‎“Pelaksanaan Musrenbang RKPD tingkat Kabupaten Bandung Barat ini merupakan amanat dari Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Forum ini menjadi ruang partisipatif untuk menjaring saran dan masukan dalam penyempurnaan rancangan RKPD Kabupaten Bandung Barat Tahun 2027,” ujarnya.

‎Menurutnya, Musrenbang RKPD menjadi tahapan strategis dalam menentukan arah kebijakan serta program prioritas pembangunan daerah agar pelaksanaan pembangunan dapat berjalan lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.

‎Dalam kesempatan tersebut, Bupati Jeje juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kabupaten Bandung Barat hingga tahun 2025. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tercatat mencapai 71,65 poin yang didukung sektor kesehatan dengan angka harapan hidup saat lahir mencapai 75,44 tahun.

‎Di sektor pendidikan, rata-rata lama sekolah tercatat mencapai 8,34 tahun, sementara harapan lama sekolah mencapai 12,26 tahun atau setara dengan kelas XII SMA.

‎Sementara itu, pertumbuhan ekonomi daerah menunjukkan tren positif dengan capaian sebesar 5,28 persen. Angka kemiskinan pun berhasil ditekan dari 10,49 persen menjadi 9,98 persen.

‎“Pada sektor ketenagakerjaan, kita juga mampu menurunkan angka pengangguran hingga mencapai 6,60 persen,” katanya.

‎Ia menambahkan, tahun 2027 merupakan tahun ketiga pelaksanaan RPJMD Kabupaten Bandung Barat 2025–2029 yang mengusung visi pembangunan “AMANAH.” Oleh karena itu, perencanaan pembangunan harus mampu mengakselerasi pencapaian visi tersebut secara terarah serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

‎Adapun tema pembangunan Kabupaten Bandung Barat tahun 2027 adalah “Penguatan ekonomi dan daya saing daerah dalam rangka pemerataan kesejahteraan masyarakat.”

‎Tema tersebut diarahkan pada penguatan ekonomi daerah, peningkatan daya saing, serta percepatan pembangunan infrastruktur pelayanan dasar dan pelayanan publik. Langkah ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan konektivitas antarwilayah, serta memperluas akses masyarakat terhadap berbagai layanan dasar.

‎Selain itu, pemerintah daerah juga terus mendorong berbagai program untuk menekan angka kemiskinan dan menurunkan prevalensi stunting secara bertahap.

‎“Melalui penguatan ekonomi dan peningkatan daya saing daerah, diharapkan berbagai persoalan pembangunan, khususnya kemiskinan dan stunting, dapat ditangani secara bertahap melalui berbagai program yang tepat sasaran,” ujarnya.

‎Bupati Jeje menegaskan bahwa perencanaan pembangunan daerah juga harus selaras dengan arah pembangunan nasional, termasuk mendukung program prioritas pemerintah pusat Asta Cita serta kebijakan pembangunan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

‎Ia berharap Musrenbang RKPD ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dan sinergi seluruh pihak dalam mengawal pembangunan daerah.

‎“Melalui forum ini kami berharap seluruh pihak dapat memberikan masukan konstruktif agar kebijakan pembangunan yang disusun benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta mempercepat terwujudnya pembangunan yang merata dan berkelanjutan di Kabupaten Bandung Barat,” pungkasnya. ***

You cannot copy content of this page