Citrapedia.id |Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), menjadi lokasi kunjungan lapangan (site visit) peserta internasional dalam rangka Global Knowledge Sharing Workshop on Community-Driven Approaches for Resilience, Rabu (21/1/2026).
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDTT) dengan World Bank, yang bertujuan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman antarnegara terkait praktik pembangunan desa serta penguatan ketahanan berbasis komunitas.
Kunjungan lapangan di Desa Kertawangi diisi dengan sejumlah agenda utama, di antaranya pemaparan singkat pembangunan desa, diskusi lintas negara, serta peninjauan langsung lokasi pengembangan desa dan kawasan ketahanan masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan perjalanan peserta dari Stasiun Padalarang menuju Situ Reret, Desa Kertawangi. Selanjutnya, sesi knowledge sharing dan diskusi dilaksanakan di kawasan Situ Reret dan Curug Bugbrug, yang menjadi contoh pengelolaan potensi desa berbasis partisipasi masyarakat.
Peserta internasional yang hadir berasal dari empat negara, yakni Peru, Madagaskar, Papua Nugini, dan Kamboja. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri perwakilan Kemendes PDTT, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, serta jajaran Pemerintah Desa Kertawangi.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bandung Barat, Dudi Supriadi, menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi momentum penting bagi desa-desa di KBB untuk menunjukkan praktik baik pembangunan berbasis komunitas.
“Desa Kertawangi menjadi salah satu contoh bagaimana peran aktif masyarakat mampu mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi pengetahuan, tetapi juga memperkuat jejaring kerja sama lintas negara dalam penguatan ketahanan desa,” ujar Dudi.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kemendes PDTT, World Bank, serta seluruh peserta internasional yang telah memilih Desa Kertawangi sebagai lokasi pembelajaran.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Semoga pengalaman dan praktik baik di Desa Kertawangi dapat memberikan inspirasi, sekaligus menjadi motivasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Bandung Barat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Kertawangi, Yanto bin Surya, mengungkapkan bahwa tantangan dalam pembangunan desa selalu ada, namun sangat bergantung pada cara menyikapinya.
“Dalam pembangunan desa, tantangan itu pasti ada. Namun bagi kami, tantangan terbesar adalah bagaimana menjaga konsistensi dan keberlanjutan program yang sudah berjalan,” kata Yanto.
Menurutnya, kunci keberhasilan pembangunan desa terletak pada kemampuan pemerintah desa dalam mengimplementasikan kebijakan secara kolaboratif, melibatkan seluruh elemen masyarakat.
“Kami terus berupaya mengajak, mensosialisasikan, dan mengolaborasikan berbagai pihak. Program yang ada harus dipertahankan, ditingkatkan, dan disempurnakan, sekaligus menanamkan mindset kepedulian terhadap lingkungan dan pembangunan berkelanjutan,” jelasnya.
Atas kunjungan tersebut, Yanto juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir dan mendukung pembangunan Desa Kertawangi.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kemendes PDTT, World Bank, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, serta para peserta internasional. Kehadiran ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan desa,” pungkasnya.





